---

This I am

Foto saya
Samarinda, kalimantan timur, Indonesia
Just called my name :: Full or short. I'll be there for you . Therefore we are never meet .

Translator

Kaca Kamu seberapa Besar ?


Sudah mengenal dirimu lebih baik?
Kamu yakin dengan perkataan mu barusan? Nggak mau ngeralat?
Aku nggak akan minta kamu ngubah apa yang udah kamu tetapin. Aku cuma ingin kamu berpikir sekali lagi untuk pastinya.
Kamu terlalu jauh mengambil jawaban yang sebenarnya ada didekat kamu. Boleh aku minta satu hal dari kamu?
Perhatikan sekitar kamu. Kamu punya banyak yang peduli terhadapmu. Kamu punya banyak yang menyayangmu.
Kamu punya banyak yang memberimu ketulusan. Kamu tak bisa hanya melihatnya dengan mata telanjang. Gunakan hati kamu untuk melihatnya lebih dalam. Seberapa dalam kamu menyadari semua ini. Butuh berapa lama waktu yang kamu gunakan untuk memahaminya.
Aku mengerti kamu sedang mendengarkan tapi apa benar kamu mendengarkan dengan seksama?
Aku tau kamu sedang memahami tapi apa iya kamu memahami dengan logika?
Tidak cukup dengan hanya mencoba dan memutuskan bukan? Masih banyak sesuatu yang belum kamu pahami tentang dunia.
Dunia itu kejam? Bodoh! Bukan Dunia yang kejam tapi Kamu yang membuat Dunia kejam di mata kamu.
Kamu yang membuat Dunia tidak adil. Kamu yang membuat Dunia tidak pantas.
Pikiran kamu terlalu dini untuk memahami Realita Dunia. Aku tak menganggap kamu rendah hanya saja... Berkacalah :)



Harusnya kamu termotivasi atas ucapan Aku tadi. Tapi kamu hanya bisa terdiam. Tak bersuara.
Apa semua perkataan aku ada benarnya? Kamu pikir aku apa? Cenayang? Bukan. Aku bukan siapa - siapa.
Hanya saja aku sudah mengalami apa yang kamu rasakan kini.
Walau memang aku sendiri belum menemukan apa jawabannya. Mungkin kamu bisa memberi tahu aku apa arti dari semua ini.
Aku telah berkaca. Aku memperhatikan dengan seksama. Yang aku lihat hanyalah bayanganku.
Seorang wanita yang beranjak menjadi Tua. Tatapannya kosong. Tak ada sedikit simpul senyum di bibirnya.
Aku pikir sedang melamun, tapi apa yang kamu harapkan dari lamunan itu. Bukannya terbangun malah menatap lebih dalam.
Sesuatu rahasia ada disana. Siapa yang membuatnya? Wanita itu tidak terlalu paham dengan apa rahasia itu.
Yang dilihatnya sekarang hanyalah kilasan masa lalu yang coba Ia buang. Menginginkan kehidupan baru yang lebih bijak.
Hanya itu. Tidak lebih dari sekedar ketenangan jiwa. Raga nya sudah terlalu rapuh. Kini tinggal jiwa yang tetap berdiri kokoh.
Iya. Hanya itu yang Ia mau. Dan yang wanita lihat itu adalah Aku..

One thoughts on “Kaca Kamu seberapa Besar ?

Temlen's

Madam's Followers

Madam's Post

Madam-siisren Light. Diberdayakan oleh Blogger.

Check this out >>

List of Blog

Blogger templates

Blogger news